Epispadia dan Hipospadia, Dua Kondisi Penis yang Berbeda

Epispadia dan hipospadia adalah dua kondisi yang berbeda dan sering dianggap sama oleh masyarakat awam.

Epispadia adalah kelainan bawaan lahir yang langka, terjadi pada uretra, yaitu saluran tempat keluarnya urin dari kandung kemih atau lubang kencing. Dalam kondisi ini, saluran yang mengeluarkan urine dari tubuh tersebut berada pada tempat yang salah. Pada bayi laki-laki yang mengalami epispadia, bukaan atau lubang uretra biasanya terdapat pada bagian atas penis, padahal normalnya terletak di ujung penis

Sementara itu, hipospadia adalah kelainan yang menyebabkan letak lubang kencing (uretra) bayi laki-laki menjadi tidak normal. Kondisi ini merupakan kelainan bawaan sejak lahir. Pada kondisi normal, uretra terletak tepat pada ujung penis. Akan tetapi, pada bayi dengan hipospadia, uretra berada pada bagian bawah penis. 

GEJALA EPISPADIA

Melansir dari Medline Plus, laki-laki dengan kelainan ini akan  memiliki ukuran penis pendek dan lebar dengan lengkungan yang tidak normal. Lubang uretra paling sering ditemukan pada bagian atas atau samping penis, bukan pada ujung dalam kondisi normal. Namun, lubang uretra juga bisa terbuka sepanjang penis.

Baca Juga: Epispadia Adalah Kelainan Bawaan Lahir Yang Langka

GEJALA HIPOSPADIA

Kondisi kelainan bawaan lahir ini pada setiap penderita bisa berbeda-beda. Pada sebagian besar kasus, lubang kencing terletak pada bagian bawah kepala penis, sedangkan sebagian lain pada bagian bawah batang penis. Lubang kencing juga bisa berada pada area skrotum (buah zakar), tetapi kondisi ini jarang terjadi. Akibat letak lubang kencing yang tidak normal, bayi dengan kelainana ini akan mengalami gejala, seperti:

  • Percikan urine tidak normal saat buang air kecil
  • Kulup hanya menutupi bagian atas kepala penis
  • Bentuk penis melengkung ke bawah

Baca Juga: Awas! Hipospadia Adalah Kelainan Bawaan Sejak Lahir

PENYEBAB EPISPADIA

Penyebab kelainan ini  hingga saat ini tidak diketahui secara pasti. Namun, para ahli menduga hal ini terjadi akibat gangguan kadar hormon androgen dan estrogen selama kehamilan. Kondisi ini terjadi akibat pembentukan organ genital yang tidak sempurna pada minggu ke-5 kehamilan. Seringkali sulit mengetahui hal yang mengganggu perkembangan organ janin.

Laki-laki empat kali lebih berisiko mengalami kelainan ini daripada perempuan. Anak sulung dari ras Kaukasia juga lebih berisiko mengalami kondisi ini. Peluang kelainan lubang uretra lebih tinggi pada anak yang terlahir dari orangtua dengan kelainan ini. Dalam kondisi tersebut, kemungkinan 1 dari 70 anak yang lahir akan mewarisi kelainan yang sama.

PENYEBAB HIPOSPADIA

Penyebab dari kondisi ini sebenarnya belum diketahui secara pasti. Namun, ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seorang anak mengalami hipospadia, antara lain karena sang ibu:

  • Mengandung pada usia 35 tahun ke atas
  • Menderita obesitas dan diabetes saat hamil
  • Menjalani terapi hormon untuk merangsang kehamilan
  • Terpapar asap rokok atau pestisida saat hamil
  • Anak dari keluarga yang pernah mengalami hipospadia atau terlahir secara prematur juga lebih berisiko mengalami hipospadia.

Nah itulah perbedaan antara epispadia dan hipospadia. Jika mengalami beberapa gejal dari dua kondisi ini sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Jl Taman Margasatwa Raya No 14 Rt 6/Rw 1, Ragunan, Jati Padang, Ps. Minggu, DKI Jakarta 12550.

0811-1661-005

rumahsunatanmarketing@gmail.com

Daftar Sekarang