makanan untuk anak sunat biar cepat kering

Ternyata Ini Alasan Setelah Sunat Tidak Boleh Pakai Celana Ketat

Larangan penggunaan celana yang ketat tidak hanya berlaku pada anak-anak maupun dewasa baik setelah sunat maupun dalam kehidupan sehari-hari.  Celana yang ketat jika digunakan setelah sunat, bisa menyebabkan risiko tertekannya area penis sehingga menyebabkan sakit atau nyeri pada area luka setalah sunat. Selain itu, sirkulasi udara dan darah ke area penis akan terhambat yang dapat mengakibatkan, luka pada penis sulit atau lama kering sehingga proses penyembuhannya menjadi lebih lama.

Dalam kehidupan sehari-hari pun sebaiknya juga tidak menggunakan celana yang ketat. Meskipun terkesan sepele ternyata pemilihan celana dalaman ini akan  berpengaruh pada fungsi dan efeknya bagi tubuh, terutama terkait kesehatan reproduksi pria.

Dalam sebuah  studi yang dirilis tahun 2014, memakai celana dalam ketat bisa mengakibatkan infeksi jamur. Infeksi jamur terjadi karena saat memakai celana dalam ketat, kelembapan serta udara terperangkap antara kulit dan kain.

Kondisi tersebut kemudian memudahkan bakteri berkembang biak. Banyaknya bakteri tersebut akan  memicu terjadinya infeksi saluran kemih (ISK) atau infeksi jamur.

Pentingnya Gunakan Celana Batok / Celana Sunat

Celana batok atau celana sunat disarankan untuk dipakai oleh pasien ketika selesai melakukan tindakan sunat atau sirkumsisi. Celana ini tersedia dalam beberapa ukuran. Bahan pembuatan celana sunat ini terbuat dari bahan hypoallergenic. Bahan ini cukup aman dan nyaman untuk anak-anak maupun orang dewasa. Selain membantu melindungi luka sunat, celana ini juga memiliki manfaat lain, seperti:

  • Mempercepat proses penyembuhan,
  • Menghindari kontak penis dengan kain atau benda sekitar,
  • Anak yang menggunakan dapat beraktivitas normal,
  • Mengurangi kelembaban di area sekitar penis dan juga melindungi penis.

Memilih Celana Sunat yang Tepat

Pilihlah model yang cocok

Terdapat dua model celana sunat. Pertama, adalah jenis yang berbentuk mirip separuh bola. Berikutnya, adalah yang bentuknya lonjong mirip helm sepeda gunung. Perbedaan model inipun tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Misalnya, pada model spons. Bentuk ini meskipun terbilang kaku, namun tidak gampang kempes dan menawarkan ruang yang lebih luas. Tapi, kekurangan pada model ini adalah cenderung memakan ruang di area penis. Akibatnya ruang gerak pun jadi terhambat termasuk saat beraktivitas.

Kemudian, pada model lonjong yang mirip helm sepeda. Celana sunat ini membuat anak seperti tidak habis melakukan tindakan sirkumsisi. Model ini juga lebih lentur sehingga nyaman untuk digunakan. Akan tetapi pada model ini, cenderung lebih sempit. Hal ini bisa saja memungkinkan munculnya risiko gesekan penis dengan bahan kain atau benda di sekitar.

Memiliki bentuk yang memadai

Sebelum memutuskan untuk membeli, perhatikanlah celana sunat yang memiliki lubang ventilasi yang memadai. Hal ini penting, sebab lubang ventilasi bermanfaat untuk tempat keluar masuknya udara. Jika lubang ventilasi pada memadai dan ideal, maka bekas luka pada pasien pun akan lebih cepat kering dan sembuh.

Ukuran celana sunat pas

Ukuran juga jadi salah satu faktor penting sebelum membeli. Pastikan ukuran pinggang dan juga paha tepat. Jangan membeli yang ukurannya terlalu besar, hal ini karena bisa melorot ataupun mudah lepas. Jangan juga membeli yang terlalu sempit, sebab jika terlalu sempit bisa menghambat aliran darah di sekitar penis dan membuat proses penyembuhan menjadi lebih lama.

Baca Juga: Lindungi Luka Sunat Dengan Celana Sunat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Jl Taman Margasatwa Raya No 14 Rt 6/Rw 1, Ragunan, Jati Padang, Ps. Minggu, DKI Jakarta 12550.

0811-1661-005

rumahsunatanmarketing@gmail.com

Daftar Sekarang