khitan artinya

Anak Hiperaktif dengan Anak Aktif Ternyata Beda, Lho!

Sering kali sulit membedakan anak hiperaktif dengan anak yang aktif karena biasanya sama-sama menunjukkan perilaku tidak bisa diam. Kendati demikian, tetap ada bedanya, lho. Biasanya anak hiperaktif penyebabnya adalah gangguan  ADHD (attention deficit/hyperactivity disorder).

Melansir dari Child Mind Institute, anak yang aktif bukan berarti memiliki kelainan. Bisa jadi itu hanya karena energi yang mereka miliki sangat besar. Namun, pada anak hiperaktif akibat ADHD tidak hanya sulit duduk diam, tapi juga akan mengalami kesulitan dalam menyerap informasi yang orang lain berikan dan berhubungan dengan anak seusianya.

Kategori Anak Hiperaktif 

Perilaku anak hiperaktif atau anak dengan ADHD terbagi menjadi dua jenis, yaitu kurang memerhatikan (inatensi) dan tidak bisa diam atau hiperaktif-impulsif.

Anak hiperaktif dengan kategori inatensi memiliki gejala, seperti:

  • Mudah teralihkan dan memiliki perhatian yang pendek
  • Seringkali ceroboh dalam mengerjakan sesuatu
  • Mudah lupa atau kehilangan sesuatu
  • Tidak tepat dalam menjalankan sebuah instruksi
  • Sulit mengikuti aktivitas yang menghabiskan banyak waktu
  • Kesulitan dalam mengatur tugas

Lebih lanjut, pada  kategori hiperaktif-impulsif memiliki gejala, seperti:

  • Tidak bisa duduk diam, terutama dalam lingkungan yang tenang
  • Selalu merasa gelisah
  • Sulit konsentrasi saat mengerjakan tugas
  • Suka menggerakkan tubuh secara berlebihan
  • Sering atau banyak berbicara
  • Tidak bisa menunggu giliran
  • Sering bertindak tanpa berpikir
  • Tidak memiliki rasa takut

Anak dengan ADHD bisa lebih dominan ke salah satu kategori tersebut dan bisa juga kombinasi keduanya.

Baca Juga: Memahami Anak Berkebutuhan Khusus dan Penanganannya

Jadi Apa Bedanya?

Cara termudah untuk mengenali bedanya antara anak aktif dan hiperaktif akibat ADHD adalah pada kemampuan mereka dalam menyerap informasi dan bertumbuh dengan baik. Pada kondisi hiperaktif dengan ADHD, biasanya mereka cenderung kesulitan untuk fokus dan berkonsentrasi.

Itulah sebabnya mereka tidak hanya terlihat aktif dengan energi yang besar, api juga kesulitan untuk memproses setiap perintah dan instruksi yang diberikan. Contoh yang paling kentara adalah kesulitan untuk bekerja sama dengan teman di sekolah.

Sebaliknya, anak yang aktif justru bisa tetap fokus dan berkonsentrasi terhadap apa yang diperintahkan. Jadi, sekalipun aktif, kemampuan mereka untuk mencerna informasi tetap baik. Selain itu, mereka masih bisa mengontrol keinginan, emosi, dan kemampuan memerhatikan  informasi. Mereka masih bisa mencerna dan merespons setiap pembicaraan yang dilakukan.

Apa Saja Penyebab Hiperaktif?

Hiperaktif adalah gejala dari masalah lain, termasuk penyakit mental dan fisik. Jadi, hiperaktivitas itu sendiri merupakan kondisi, bukan suatu penyakit yang berdiri sendiri.

Penyebab paling umum anak hiperaktif adalah sebagai berikut ini.

  • ADHD (attention-deficit hyperactivity disorder)
  • Hipertiroidisme
  • Gangguan otak dan gangguan saraf pusat
  • Gangguan psikologis

Apabila kondisi ini penyebabnya karena gangguan tiroid, gangguan otak, atau gangguan saraf pusat, maka memerlukan pengobatan untuk mengatasi kondisi tersebut.

Sementara itu, bila penyebabnya karena  gangguan emosional, maka memerlukan bantuan dari spesialis kesehatan mental bersamaan dengan pengobatan atau terapi perilaku kognitif.

Penanganan kondisi ini membutuhkan dukungan dan bantuan dari orang-orang di sekitar anak, terutama keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Jl Taman Margasatwa Raya No 14 Rt 6/Rw 1, Ragunan, Jati Padang, Ps. Minggu, DKI Jakarta 12550.

0811-1661-005

rumahsunatanmarketing@gmail.com

Daftar Sekarang