Anak Menangis Saat Mau Sunat Klamp, Begini Cara Menghadapinya

Anak menangis saat mau sunat klamp sebenarnya cukup wajar dan penyebabnya bisa karena beberapa hal. Entah karena usianya yang masih terlalu muda jadi mudah menangis untuk menyampaikan emosinya, belum siap sunat atau ada seseorang yang menakutinya kalau sunat klamp itu menyeramkan. Jika sudah menangis seperti ini, apalagi di tempat umum tentu bukanlah hal yang mudah. Menghadapi anak nangis memang butuh kesabaran dan cara tertentu.

Tangisan anak sering membuat orangtua atau orang lain yang mendengarnya menjadi kesal. Mengutip dari Hand in Hand Parenting, tangisan, rengekan bahkan sampai anak tantrum adalah tanda yang anak berikan sebagai sebuah tanda bahwa ia merasa sendiri dan tidak punya kuasa atau kekuatan. Penyebab paling umum dari anak yang menangis terus menerus adalah caranya berkomunikasi bahwa ia merasa lelah, lapar, kecewa, sakit, tidak diperhatikan, atau menolak sesuatu.

Bagaimana cara menghadapi anak yang sedang menangis?

Emosi, perasaan, dan maksud tangisan anak memang sulit untuk orangtua bahkan orang lain tebak. Penting untuk orangtua dalam mengambil langkah yang tepat, agar menangis dan merengek tidak menjadi kebiasaan saat anak meminta sesuatu. Lalu, bagaimana caranya menghadapi anak yang sedang menangis sebelum melakukan sunat klamp?

1. Mendekat dan beri kenyamanan saat anak menangis

Mengutip dari Zero to Three, anak usia 2-4 tahun masih belajar mengenai emosi yang ada di dalam dirinya. Kadang ia tidak tahu bagaimana cara mengatakan perasaan, lalu tangis meledak sebagai tameng. Ketika sedang  menangis,  cobalah untuk mendekatinya dan berikan kenyamanan, seperti pelukan atau usapan pada punggung. Saat anak menangis, ia butuh kedekatan dengan orangtua atau pengasuhnya agar lebih tenang. Ini bukan berarti Ayah dan Bunda setuju dengan tangisannya, tapi sebagai tanda bahwa Anda ada untuk anak.

2. Minta anak menjelaskan perasaannya

Setelah membuat anak tenang, secara perlahan minta anak untuk menjelaskan atau tanyakan tentang apa yang ia rasakan.  Sebagai contoh, Ayah dan Bunda bisa mengatakan pada si kecil apa yang ia inginkan dengan nada yang tegas tanpa membentak anak. Ayah dan Bunda juga bisa bertanya, apakah anak merasa kesal, marah, atau sedih ketika sedang menangis. Dengan begini,  anak belajar untuk mengenal dan mengelola emosinya agar lebih baik.

3. Hindari memberi reaksi berlebihan

Anak yang menangis di tempat umum pasti membuat orangtua panik dan menganggapnya cengeng. Apalagi kalau tangisannya sampai meraung hingga mengganggu orang lain. Jangan terpancing sehingga akan memukul, berteriak memintanya diam, atau langsung mengalihkan perhatian dengan membelikan sesuatu yang anak inginkan. Anak akan merasa bahwa menangis dan merengek adalah cara ampuh untuk menarik perhatian orangtuanya atau orang lain  dan mendapatkan yang diinginkan.

Solusi Sunat Nyaman di Rumah Aja dengan Metode Sunat Klamp

Nah, jika Ayah dan Bunda ingin menghindari anak menangis di tempat umum saat mau sunat, maka sebagai solusinya adalah melakukan sunat di rumah. Mungkin risiko anak menangis histeris saat mau sunat bisa berkurang karena ia mengenal tempat tersebut, Anak akan merasakan kenyamanan dan keterikatan terhadap rumah tersebut. Selain itu sunat di rumah juga lebih privasi.

Layanan sunat di rumah hadir di salah satu layanan Rumah Sunat dr. Mahdian. Menggunakan metode sunat klamp atau Mahdian Klem yang sudah teruji dengan tingkat kepuasan yang baik. Selain itu, sunat klamp ini sudah tanpa jahitan, tanpa perban, minim risiko dan setelah sunat bisa langsung beraktivitas. Jadi, tunggu apalagi? Yuk sunat di rumah sekarang!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Jl Taman Margasatwa Raya No 14 Rt 6/Rw 1, Ragunan, Jati Padang, Ps. Minggu, DKI Jakarta 12550.

0811-1661-005

rumahsunatanmarketing@gmail.com

Daftar Sekarang