Apakah Sunat Sakit? Begini Penjelasannya

Apakah sunat sakit pada pasien anak-anak? Bagi anak-anak, sunat selalu menjadi momok yang menyeramkan karena mereka menganggap tindakan medis satu ini menyakitikan.  Sunat adalah tindakan untuk melepas kulit yang menutupi ujung penis (kulup). Pada beberapa negara tindakan sunat atau sirkumsisi dilakukan setelah bayi lahir. Sedangkan di Indonesia, umumnya, tindakan sunat dilakukan saat masa anak-anak dengan rata-rata usia 5-12 tahun. 

Sebelum membahas, apakah sunat sakit atau tidak ketahui lebih dulu apa saja manfaat sunat. Tindakan satu ini nyatanya memiliki manfaat bagi kesehatan anak sekarang maupun ketika ia dewasa nantinya.

Dalam beberapa studi, mencoba untuk mencari tahu manfaat sunat pada anak-anak. Hasilnya cukup beragam terkait sunat pada anak-anak. Sunat pada anak bisa membantu mengurangi risiko terjadinya beberapa penyakit berikut, seperti:

  • Infeksi saluran kemih
  • Fimosis
  • Balanitis
  • Parafimosis
  • Kanker penis
  • Penyakit menular seksual, seperti HIV/AIDS
  • Kanker serviks pada pasangan wanitanya

Apakah sunat sakit?

Apakah sunat itu sakit? jika zaman dulu, jawabannya ya. Mengapa? karena dulu sebelum sunat, saat proses anestesi masih menggunakan jarum suntik. Proses inilah yang tak jarang membuat anak ketakutan. Namun, kini orangtua tak perlu khawatir dengan hadirnya teknologi needle free injection, pemberian anestesi tak lagi menggunakan jarum suntik. Namun menggunakan alat bernama comfort in. Selain tak ada jarum suntik, obat akan lebih cepat meresap dan tentunya membantu menghindari risiko trauma pada anak.

Baca Juga: Alasan Citra Kirana Pilih Sunat Anak Saat Masih Bayi

Proses sunat 

Sunat pada anak-anak biasanya memakan waktu 10-30 menit, bergantung pada metode yang digunakan. Misalnya dengan metode sunat klem yang hanya membutuhkan waktu 7-10 menit.  Dokter akan memberikan anestesi lokal  sebelum melakukan proses sunat.

Setelah sunat pada anak-anak

Setelah tindakan sunat orangtua perlu membantu anak melakukan perawatan pascasunat untuk menghindari beberapa komplikasi, seperti:

  1. Pendarahan secara terus-menerus,
  2. Anak mengalami kesulitan buang air kecil setelah tindakan sunat,
  3. Bengkak dan merah pada penis tidak hilang dalam waktu 3-5 hari setelah sunat,
  4. Keluarnya nanah atau cairan kuning dari penis setelah tindakan sunat,
  5. Anak mengalami panas yang cukup tinggi,
  6. Alat plastibell tidak bisa lepas setelah 1 minggu tindakan sunat.

Jika beberapa gejala di atas terjadi pada anak setelah tindakan sunat, maka orang tua harus segera mengajak anak untuk memeriksakan diri ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Jl. Raya Jatiasih No. 7, Bekasi

0811-9520-225

marketingklinik@gmail.com

Daftar Sekarang